Formasi kepemimpinan rektorat Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya periode 2026–2029 menegaskan arah transformasi institusi menuju World Class University melalui peningkatan kualitas akademik, tata kelola yang berdampak, serta penguatan daya saing global.
Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro menyampaikan bahwa transformasi tersebut difokuskan pada penguatan sistem penjaminan mutu, internasionalisasi akademik, dan tata kelola yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan di Surabaya, Selasa.
Harjo Seputro resmi memimpin Untag Surabaya untuk periode 2026–2029 bersama jajaran wakil rektor, yakni Wakil Rektor I Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, M.Si., Psikolog, Wakil Rektor II Supangat, Ph.D., serta Wakil Rektor III Dr. Sumiati, M.M. Kepemimpinan baru ini menegaskan komitmen Untag Surabaya dalam menerapkan standar pendidikan tinggi berkelas internasional.
Upaya peningkatan mutu akademik tercermin dari keberhasilan Untag Surabaya memperoleh sertifikasi ASEAN University Network–Quality Assurance (AUN-QA) pada Maret 2024 untuk tiga program studi, yaitu Administrasi Publik, Arsitektur, dan Psikologi. Sertifikasi tersebut menjadi bukti pemenuhan standar mutu pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Harjo menambahkan bahwa capaian AUN-QA menjadi langkah awal untuk memperluas penerapan standar mutu internasional ke seluruh program studi di lingkungan Untag Surabaya.
Prestasi mahasiswa di kancah internasional juga menunjukkan tren positif. Sebanyak 62 mahasiswa Untag Surabaya tercatat meraih penghargaan dalam berbagai ajang internasional, mulai dari kompetisi ilmiah, riset dan inovasi, kewirausahaan, olahraga, hingga seni.
Di antaranya adalah Juara I kategori esai inovasi dan bisnis pada ajang International Business and Management Virtual Innovation & Invention of Ideas Competition (VIIIC) 2025 di Malaysia, serta perolehan medali emas cabang olahraga hoki pada SEA Games Thailand 2025 oleh mahasiswa Program Studi Teknik Industri.
Penguatan tata kelola berdampak diwujudkan melalui penandatanganan kontrak Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Berdampak pada 5 Januari 2026. Untag Surabaya menjadi salah satu dari sepuluh perguruan tinggi swasta di bawah LLDikti Wilayah VII Jawa Timur yang berpartisipasi dalam penandatanganan tersebut.
Menurut Harjo, setiap IKU harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas lulusan, kinerja dosen, serta kontribusi sosial perguruan tinggi.
Selain itu, di bawah kepemimpinan baru, Untag Surabaya juga memperkuat komitmen sebagai kampus inklusif dengan membuka Pusat Layanan Disabilitas yang direncanakan diresmikan pada awal 2026. Pusat ini akan menyediakan pendampingan akademik dan fasilitas pembelajaran bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.
Saat ini, sekitar 100 mahasiswa berkebutuhan khusus tercatat aktif di Untag Surabaya dan tersebar di berbagai program studi, termasuk mahasiswa dengan disleksia, autisme, tunanetra, tunarungu, serta kebutuhan khusus lainnya.
Harjo menegaskan bahwa konsep World Class University tidak hanya berfokus pada reputasi akademik, tetapi juga pada inklusivitas dan dampak sosial, karena pendidikan berkualitas harus dapat diakses oleh semua kalangan.