logo-untag-surabaya 3578092D2016647

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

Background Bottom
logo-untag-surabaya

Detail Berita

YPTA Surabaya dan Pemkot Perkuat Peran Pemuda dalam Menjaga Keberagaman Bangsa

Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya terus mendorong penguatan literasi toleransi dan moderasi beragama di kalangan mahasiswa. Upaya ini diwujudkan melalui partisipasi dalam Simposium Kepemudaan dan Moderasi Beragama serta Bedah Buku Melampaui Warna Kulit yang diselenggarakan pada 9 Desember 2025.

Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., hadir sebagai panelis dan menekankan pentingnya pemahaman toleransi di tengah kompleksitas keberagaman masyarakat Indonesia.

Dalam forum tersebut, buku Melampaui Warna Kulit menjadi fokus utama diskusi. Buku ini mengajak pembaca untuk melihat manusia secara menyeluruh, tidak terpaku pada perbedaan fisik atau identitas luar, melainkan menempatkan nilai-nilai kemanusiaan universal sebagai dasar relasi sosial. Pesan tentang empati, keterbukaan, dan penghormatan terhadap sesama menjadi poin penting yang disoroti.

Dalam pemaparannya, J. Subekti menegaskan bahwa generasi muda memegang peran krusial dalam menjaga persatuan bangsa. Ia menyampaikan bahwa keberagaman merupakan kenyataan sosial Indonesia yang perlu dikelola dengan sikap bijak dan inklusif.

“Kaum muda harus memiliki wawasan luas dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Rasa saling menghormati adalah fondasi utama terciptanya kehidupan sosial yang harmonis,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti peran strategis perguruan tinggi sebagai ruang pembentukan karakter positif. Menurutnya, mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan melalui pemikiran kritis yang disertai tindakan nyata.

“Indonesia berdiri karena semangat kebersamaan. Mahasiswa harus menjadi bagian dari energi positif itu dengan terus mengembangkan kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.

Lebih jauh, Subekti mendorong mahasiswa untuk berkontribusi secara konkret bagi lingkungan sekitar. Nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa, seperti saling menghargai dan semangat membangun, menurutnya perlu terus dipupuk melalui literasi, dialog terbuka, serta kolaborasi lintas komunitas.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan karakter generasi muda.

Eri mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya tengah merancang perluasan ruang dialog dan kegiatan kepemudaan hingga ke tingkat kampung, agar anak muda memiliki akses yang lebih luas untuk berdiskusi dan mengembangkan diri.

“Anak muda membutuhkan ruang untuk bertemu, berdialog, dan saling memahami. Dari ruang-ruang kecil inilah akan lahir gagasan besar yang mendorong kemajuan kota,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Eri menyampaikan optimisme terhadap potensi pemuda Surabaya. “Anak muda memiliki kekuatan besar. Jika bergerak bersama untuk kebaikan, perubahan positif pasti dapat terwujud,” pungkasnya.